DIA MENUNGGU DIA
Sampai detik ini aku masih menunggunya
Menunggu hatinya terbuka
Terbuka untuk terima cinta
Cintaku yang hanya untuknya
Aku tak tahu, apakah dia menungguku?
Ataukah dia menunggu dia?
Dia yang ku tunggu
Ku nanti dengan tetap setia
Mengapa aku masih menunggunya?
Lihat, sekarang dia sedang menanti
Menanti masa depannya
Masa depan yang jelas menjadi jarak antara aku dan dia
Saat ini aku ingin melewati waktu yang tersisa ini bersamanya
Sebentar lagi masanya akan tiba
Di mana kita akan dipisahkan oleh jarak ribuan mil
Kembali seperti 3 tahun silam
Tatkala itu aku berusaha melepasnya
Dan Tuhan mengembalikannya ke alam bebas
Dia lepaskan itu untuknya
Tuhan, restuilah pilihanku
Hanya dialah yang selalu membuat indah mimpi malamku
Membuat warna dalam lembaran hariku
Membuat aku cinta padanya
Meski sampai kapan aku akan memendam rasa ini
Aku tak tahu
Karena aku terlalu munafik untuk mengakui jika aku cinta padanya
Aku terlalu egois untuk mengatur waktu
Aku terlalu gengsi untuk menyatakan cinta padanya
Aku terlalu jaga image untuk bicara dihadapannya
Tuhan, bantu aku untuk bisa mengatakan satu kata saja kepadanya
Satu kata yang mewakili sejuta rasa yang ada
Menggebu untuk minta dinyatakan
Kata itu
Kata orang
Kata mereka
Katanya CINTA
Catatan diary 19 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar